Jun 8, 2009
konsentrasi

dulu waktu SD pernah liat video street fighter (waktu belum diputar di TV), disitu ada seorang aduh lupa namanya, tapi yang pesumo itu bilang (dengan kata2 yg semacam), "pesumo bisa mengalihkan perhatian, jadi bisa feel no pain"..

life and problems kadang menjadi satu dan mengharuskan kita bergumal di dalamnya.. sometimes it's easy, kadang ya bikin kya..kyaaa..kyaaa...

dulu saat tulang lenganku retak/patah, seseorang yang dipercayai membenarkan lokasi tulangku..
beruntungnya konsentrasiku tidak pada tanganku tsb, jadi ketika kalau melihat di film2 dan apa kata orang yang sudah pernah melakukan proses relokasi tulang itu bisa disimpulkan, relokasi tulang = sakit..
saat itu.. i feel nothing.. alias "oh, sudah yaa...., kok gak kerasa??" :P

dan si relokator menjawab, "ya sudah, lha emang mo digimanakan lagi?"

ehehehe

***

ketika ada masalah yg cukup pelik, secara otomatis pikiran dan tenaga kita bakal terkumpul disana, tapi apakah itu akan menjadi jaminan cepat terselesaikan? belum tentu..
jenuh, stuck, lelah, dan lemes (kehabisan energi) malah itu yg bisa terjadi..

sebagai dokter PC amatir sering kali aku menemukan solusi2 yang benar2 lucu, "oalah cuman kabelnya kurang tertancap tho..", padahal sebelumnya dah pusing2 sampai mbulet gak tau mana yg harus dilakukan untuk memperbaikinya.. justru solusi itu datang ketika konsentrasi kita tidak penuh terhadapnya.. (bisa jadi ketika sudah lelah atau malah hampir menyerah)

yakni setelah "menjauh" dari masalah..
yang mungkin orang bilang, dengan begitu malah kita bisa melihat dari sudut pandang yang lain.. atau menjadi dapat melihat secara lebih lengkap yang menjadikan lebih mengenali objek atau medan, sehingga tahu apa yang harus dilakukan...

"gajah dipelupuk mata tidak kelihatan", pada posisi itu mo diraba, mo dicium2, mo di tusuk2 tuh kulit yg dekat ma mata kita.... yaaa..tetep susah untuk tahu itu gajah. karena bisa saja hasil dari percobaan yg kusebut tadi hasilnya adalah: badak, banteng, dinosaurus (ah ini gak mungkin) atau malah kuda nill...
jadi usaha maksimal disini gak akan banyak berefek kecuali sudah pengalaman.
so
mundurlah sekian langkah, maka simply you will know that it's an elephant.
cuman kadang melepaskan diri untuk mundur itu susah..
ego diri yang kadang membuat kita malu untuk berbuat seperti itu..

***

singkatnya..
begitu banyak masalah dalam hidup kita ini yg sudah banyak menguras tenaga dan pikiran dan yang pasti waktu

tapi ternyata solusinya malah bikin ngakak sendiri... "oalah cuman begitu to.."

yang biasanya itu kejadiannya adalah setelah terjadi "step back" baik karena sudah menurun hasrat u/ ingin segera/buru2 menyelesaikannya atau karena waktu membuat kita begitu..

tapi sempat terpikir juga; kalau tidak sempat dibingungi, tidak di-stress-i duluan apa ya akan nemu itu solusi di kemudian hari?

hooo entahlah..

yang jelas hasil setimpal dengan perjuangan, semakin berat hasil yg akan didapat, semakin besar perjuangan yg harus dilakukan.

dan faktor pertolongan Allah lah yang akan banyak membantu dalam hal tersebut..
karena segala kuasa dan keputusan ada pada-Nya..
so mari kita banyak2 mendekatkan diri kepada-Nya..
dengan berdoa:

"Ya Allah, RahmatMu aku harapkan, janganlah Engkau serahkan segala urusanku kepada diriku sendiri walau sekejap mata, perbaikilah segala urusanku, tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau." (HR Abu Dawud)

dan untuk menentramkan hati, maka banyak2lah mengingat Allah...

"Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS Ar-Ra’du ayat 28)

kemudian..
insyaAllah setelah itu hidup ini terasa mudah..

yuk mari menjadi orang yang beriman dan bertaqwa, karena mereka itu tidak akan sedih dan kekurangan.. (CMIIW kata2 tepatnya)

karena semuanya mereka "serahkan" kepada Allah..
yg sebagaimana arti dari kata "muslim" adalah berserah diri (CMIIW juga dalam hal ini)
maka bila atma ngaku "muslimin" ya tahu sendirilah apa yg harus dilakukan...



sebuah self advice dari atma, oleh atma, untuk atma
(yg semoga berguna juga u/ hamba2 lainnya yg disayangi Allah)

0 comments

about
archives


previous post:
- hunting lagi...
- sedikit lagi sudah post ke 400
- kesabaran
- sulit tapi mungkin
- kenapa aku memilih jalan ini (2)
- kenapa aku memilih jalan ini
- being my self and
- canon in D mode: on lagi
- menjadi pribadi kuat dan sejati
- sinkronisasi

about me


name: nur atma setiawan
e-mail: atma.nac@gmail.com

to view my complate profile, visit my friendster page
fs: nac_design@yahoo.com
template gallery: available soon


archives
main page


Jun 8, 2009
konsentrasi

dulu waktu SD pernah liat video street fighter (waktu belum diputar di TV), disitu ada seorang aduh lupa namanya, tapi yang pesumo itu bilang (dengan kata2 yg semacam), "pesumo bisa mengalihkan perhatian, jadi bisa feel no pain"..

life and problems kadang menjadi satu dan mengharuskan kita bergumal di dalamnya.. sometimes it's easy, kadang ya bikin kya..kyaaa..kyaaa...

dulu saat tulang lenganku retak/patah, seseorang yang dipercayai membenarkan lokasi tulangku..
beruntungnya konsentrasiku tidak pada tanganku tsb, jadi ketika kalau melihat di film2 dan apa kata orang yang sudah pernah melakukan proses relokasi tulang itu bisa disimpulkan, relokasi tulang = sakit..
saat itu.. i feel nothing.. alias "oh, sudah yaa...., kok gak kerasa??" :P

dan si relokator menjawab, "ya sudah, lha emang mo digimanakan lagi?"

ehehehe

***

ketika ada masalah yg cukup pelik, secara otomatis pikiran dan tenaga kita bakal terkumpul disana, tapi apakah itu akan menjadi jaminan cepat terselesaikan? belum tentu..
jenuh, stuck, lelah, dan lemes (kehabisan energi) malah itu yg bisa terjadi..

sebagai dokter PC amatir sering kali aku menemukan solusi2 yang benar2 lucu, "oalah cuman kabelnya kurang tertancap tho..", padahal sebelumnya dah pusing2 sampai mbulet gak tau mana yg harus dilakukan untuk memperbaikinya.. justru solusi itu datang ketika konsentrasi kita tidak penuh terhadapnya.. (bisa jadi ketika sudah lelah atau malah hampir menyerah)

yakni setelah "menjauh" dari masalah..
yang mungkin orang bilang, dengan begitu malah kita bisa melihat dari sudut pandang yang lain.. atau menjadi dapat melihat secara lebih lengkap yang menjadikan lebih mengenali objek atau medan, sehingga tahu apa yang harus dilakukan...

"gajah dipelupuk mata tidak kelihatan", pada posisi itu mo diraba, mo dicium2, mo di tusuk2 tuh kulit yg dekat ma mata kita.... yaaa..tetep susah untuk tahu itu gajah. karena bisa saja hasil dari percobaan yg kusebut tadi hasilnya adalah: badak, banteng, dinosaurus (ah ini gak mungkin) atau malah kuda nill...
jadi usaha maksimal disini gak akan banyak berefek kecuali sudah pengalaman.
so
mundurlah sekian langkah, maka simply you will know that it's an elephant.
cuman kadang melepaskan diri untuk mundur itu susah..
ego diri yang kadang membuat kita malu untuk berbuat seperti itu..

***

singkatnya..
begitu banyak masalah dalam hidup kita ini yg sudah banyak menguras tenaga dan pikiran dan yang pasti waktu

tapi ternyata solusinya malah bikin ngakak sendiri... "oalah cuman begitu to.."

yang biasanya itu kejadiannya adalah setelah terjadi "step back" baik karena sudah menurun hasrat u/ ingin segera/buru2 menyelesaikannya atau karena waktu membuat kita begitu..

tapi sempat terpikir juga; kalau tidak sempat dibingungi, tidak di-stress-i duluan apa ya akan nemu itu solusi di kemudian hari?

hooo entahlah..

yang jelas hasil setimpal dengan perjuangan, semakin berat hasil yg akan didapat, semakin besar perjuangan yg harus dilakukan.

dan faktor pertolongan Allah lah yang akan banyak membantu dalam hal tersebut..
karena segala kuasa dan keputusan ada pada-Nya..
so mari kita banyak2 mendekatkan diri kepada-Nya..
dengan berdoa:

"Ya Allah, RahmatMu aku harapkan, janganlah Engkau serahkan segala urusanku kepada diriku sendiri walau sekejap mata, perbaikilah segala urusanku, tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau." (HR Abu Dawud)

dan untuk menentramkan hati, maka banyak2lah mengingat Allah...

"Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS Ar-Ra’du ayat 28)

kemudian..
insyaAllah setelah itu hidup ini terasa mudah..

yuk mari menjadi orang yang beriman dan bertaqwa, karena mereka itu tidak akan sedih dan kekurangan.. (CMIIW kata2 tepatnya)

karena semuanya mereka "serahkan" kepada Allah..
yg sebagaimana arti dari kata "muslim" adalah berserah diri (CMIIW juga dalam hal ini)
maka bila atma ngaku "muslimin" ya tahu sendirilah apa yg harus dilakukan...



sebuah self advice dari atma, oleh atma, untuk atma
(yg semoga berguna juga u/ hamba2 lainnya yg disayangi Allah)

0 comments

about
archives


previous post:
- hunting lagi...
- sedikit lagi sudah post ke 400
- kesabaran
- sulit tapi mungkin
- kenapa aku memilih jalan ini (2)
- kenapa aku memilih jalan ini
- being my self and
- canon in D mode: on lagi
- menjadi pribadi kuat dan sejati
- sinkronisasi