| Jun 10, 2009 | |
| SEMANGAT | |
ada perasaan2 baru yang muncul bila dibanding pada masa kos2 sebelumnya..
kenapa?
karena saat ini aku hampir berlepas dari orang tua..
(hampir = karena ini masih saja sering pulang setor cucian :P)
meski sebenarnya agak kejam juga kepergianku kemaren itu, karena tiba2..
ibuku menangis pas dulu itu...dan aku takut sekali kalau beliau tidak ridho..
sampai aku juga ikut menangis..
ditanya beliau tidak menjawab, kecuali dengan "ra popo le..mamak mendukung.." (tidak menjadi masalah nak, mama mendukung..)
ku tanya lagi, "mboten nopo2 mak, nek mamak tasih pengen kulo ten mriki, mangke kos e mbenjang2 mawon" (tidak apa ma, bila mama masih pengen aku berada di rumah, nanti kosnya diundur kapan2 saja)
"nek wonten sik nganjel, ungkapke mawon.." (kalau ada yg mengganjal bicarakan saja..)
dan dia malah mengelus kepalaku dan mendekatkan badanku padanya..(beliau menangis di kamar tidurnya yg kemudian aku ikut tiduran di sampingnya)
lagi beliau mengucapkan kata2 bahwa dia ikhlas dan mendukungku..cuman tidak bisa banyak membantu kecuali doa..
"mak, kulo mboten butuh modal, doa ne mamak pun cukup.." (ma, usaha saya tidak butuh modal, doa mama sudah cukup sekali)
lama kami disitu, sampai akhirnya aku harus makan dan sholat..
***
beberapa saat aku masih linglung dengan kejadian tsb.. bingung memahami apa yg sebenarnya terjadi.. apakah ibuku berkata sebenarnya ataukah beliu cuman ingin membuatku senang?
***
ah baru aku ketahui (sesaat kemudian) rupanya ibu juga sedang mempunyai masalah lain.. (yg tidak bisa aku bicarakan disini)
yang kemudian kami pindah bicara di kamar kami..
aduh anak seperti apa aku ini malah memberikan nasehat pada orangtua (semoga Allah mengampuni), tapi aku senang karena kemudian beliau tersenyummm..
dan kemudian dengan santai bilang (setelah usai membahas masalah beliau) bahwa, "le mamak bener2 seneng, bangga kowe pengen mandiri.." (anakku, mama benar2 senang dan bangga kamu punya keinginan hidup mandiri)
"aku dulu itu pengen bapakmu punya keinginan seperti itu, tapi gak mau2.." (sudah sejak ini pakai indo langsung saja ya :P)
"yah, mungkin karena tidak ada darah mama yg tercampur dalam diriku pada bapak, jadi akulah yg bisa begini...karena mamak kan biasanya yang punya2 keinginan kayak gituan kan", sambungku..
(beliau ini wanita hebat, punya keinginan kuat, pejuang hebat, keras usahanya dan baik kepada sesama, supel sampai hampir semua orang kenal padanya, juga mandiri, tapi beliau itu tetep nurut dan hormat pada suami)
meneladani beliau, sudah seharusnya atma juga kuat tahan banting..
fokus melihat tujuan ("tujuan" bukan "ke depan", karena jalan kadang berbelok2, dan kadang juga dibutuhkan menengkok ke samping kanan kiri melihat situasi)
dan kuat melihat situasi yg mulai terbayang pada posisi mandiri ini..
ketika beratnya masa depan mulai terpampang di pandangan..
ketika aku hanya dapat bersandar bukan kepada siapa2 lagi (yg dulunya orangtua), kecuali pada diri sendiri dan Allah..
sudah harus mulai berlatih..
siap berteman dengan kerasnya kehidupan yg dulu aku masih dilindungi dari hal itu (oleh ortu)..
siap menanggung beban apapun itu..
siap harus tetap terjaga dalam lelah seperti apapun itu..
tapi juga disitu harus bisa bersikap sangat flexible..
karena mereka yg lolos teori evolusi adalah yg paling besar kemampuan adaptasi dirinya..
so..
"real life..
bismillah aku melangkahkan kaki padamu (dan ya Allah bimbinglah aku)"
----------------
ditulis saat hampir menyerah dengan perubahan kondisi dari nyaman sekali ke sebenarnya masih tetep nyaman tapi bisalah dibilang kurang nyaman karena masih lemahnya mental ini..
mak pak, insyaAllah aku akan membuat kalian bangga dengan hidupku ini..
SEMANGATTTTTTT!!!!!!!
(tulisan ini dipicu oleh ini yang membuat atma bertanya, bagaimana kalau aku adalah si ibu...kuatkah aku?????? -pandang dan liat wajah si ibu tsb-)
previous post:
-
menjadwalkan diri
-
mind developing
-
pulp fiction
-
betapa sempitnya diriku
-
sorry
-
the power of happiness
-
konsentrasi
-
hunting lagi...
-
sedikit lagi sudah post ke 400
-
kesabaran