| Jul 2, 2009 | |
| naik darah | |
sebuah pembahasan di FB mengenai "dugaan bergelagat sudah seperti sebuah pesantrennya sebuah sekolah negeri"..
sudah sejak beberapa saat setelah masuk sana sebenarnya aku dah dengar hal tsb (dalam berbagai versi)..
aku belum selesai baca diskusi di FB tadi.. cuman so far dah ingin berpendapat, tapi disini sajalah.. di lahan sendiri.. (karena tulisannya pasti banyak sekali :P)
1. aku sebagai yg masuk dalam angkatan 2000an awal, saat dimana sedang getol2nya hal tsb terjadi.. (spesifik disana yg dibilang/diadukan sebagai "pesantren" adalah pemaksaan pakai jilbab dgn gaya pengucilan pada yg belum memakai, ada aturan jaga jarak antar lawan jenis, tidak boleh pacaran, boncengan, ya..so far dari yg aku baca kira2 itu) melihat eh mendengar bahwa u/ yg jilbab itu bukan pengucilan tapi penyindiran menyayat hati oleh sebagian oknum... sebagian oknum sekali lagi..
mbakku (sepupu) sepertinya klo tidak salah dulu pernah dapat sindiran yg begitu.. saat dia belum memakai atau malah sesudah..entah aku lupa...
hanya denger2 beberapa tahun setelah aku keluar, jilbab adalah diwajibkan disana..dan aku kurang tahu kebenaran akan hal ini..
klo aku melihat dalam hal ini yg menjadi masalah kok bukan jilbabnya ya... tapi malah penyindirannya dan pemaksaannya..
karena bagiku jilbab itu baik bagi wanita dan dianjurkan oleh agama pula..
dan setahuku rasul dalam menjadi suri tauladan kita, tidak pernah beliau itu memaksakan dan ketika bicaranya beliaupun tidak pernah menyakiti hati.. bahkan thd musuh pun itu (dalam artian umum, karena dgn adanya penyakit yg di hati para musuh pastilah apa yg keluar dari mulut beliau sehalus apapun itu adalah mereka rasa menyakitkan hati mereka)
dijelaskan pula berkali2 dalam Al-Quran bahwa tugas beliau adalah menyampaikan, menyampaikan dgn usaha sebaik mungkin, dimana masalah hasil adalah diserahkan pada masing2nya untuk memilih, karena itu sudah menjadi wilayah Allah atas apa yg terjadi pada mereka..
dan tidak usah bersedih hati pada apa yg terjadi pada mereka, bila mereka merespon dgn kurang sesuai harapan..
2. yg kontak bersama lawan jenis tsb..
hemmnnn, pribadi saat itu sih aku suka2 aja... karena sejak sd aku anti wanita.. jadi merasa nyaman2 aja.. hehehe...
anti disitu bukan berarti tidak suka,,, masih normal kok.. aku suka mereka, hanya untuk berinteraksi lebih jauh aku cenderung menghindari..
juga sebenarnya aku sendiri punya alasan yg sifatnya personal sekali bahwa aku ingin menjaga diriku baik2 dari sentuhan wanita sebagai semacam hadiah untuk istriku nanti.. semacam "lihat nih, suamimu masih belum banyak terjamahi wanita" hehehe
(meski dalam pelaksanaannya tidak semudah itu, karena lama2 ada pertentangan antar keinginan :P)
balik ke topik tadi, menurutku sih ya.. untuk indonesia khususnya jogjakarta.. yg nikah dini masih bukan menjadi kebiasaan umum, baiknya memang ada pembatasan kontak antar lawan jenis.. yg baiknya itu sudah dikenalkan sejak dini oleh orang tua.. (bukan dipaksakan dalam aturan tidak tertulis oleh lingkungan sekolah)
rasa cinta sebelum menikah itu tidak salah, tapi kecenderungan malah dapat menyiksa karena banyakan tidak tahu ilmunya (ilmu memiliki cinta).. sementara dimana2 gak ada (sedikit) itu yg namanya mata pelajaran/kuliah cinta atau yg bisa memberikan informasi yg benar ttg cinta..
yg mengaku "guru cinta" pun biasanya malah semakin memperparah keadaan klo menurutku..
jadi bersabarlah wahai pemuda pemudi.. dan juga diriku hehehehe...(dan kalian juga hahahahaha..) ~tertawa sambil menangis :P~
3. mengenai kebijakan sekolah, apakah akan dijadikan lingkungan sekolah itu berbau pesantren, berbau militer, berbau mall, berbau preman, ataupun tidak berbau.. itu hak sekolah...
suka2 mereka, hanya baiknya semua introspeksi diri..
bagi pihak internal; sudah benarkah bau ini adalah bau yg cocok bagi anak didikku, sudah baikkah dalam proses pelaksanaannya?
bagi pihak siswa; aku menyarankan; monggo dan jangan banyak mengeluh.. sudah takdir dirimu masuk situ, klo gak betah ya silahkan pindah.. sikapi peraturan sekolah dgn dewasa.. asal itu (peraturan) tidak menganggu (membebani kemajuan) hal utama dari sekolah yakni belajar.
jadi silahkan bermain2 dgn peraturan; jika setuju nikmati dalam pelaksanaannya... jika kurang setuju nikmati dalam berlari2 pada celah2 peraturan tsb..
enjoy aja lah...
(belajar bersikap dan siap menanggung akibat dari sikap tsb)
bagi ortu; baik yg sudah memasukkan atau belum anaknya ke situ; ingat tanggung jawab utama mendidik anak ada pada kalian, bukan pada sekolah, sekolah hanyalah pembantu..
jadi ya.. lirik dulu dirimu sendiri sebelum melirik pada pihak lain (yg salah satunya adalah sekolah)..
pelajari dulu calon sekolah anakmu sebelum dirimu memasukkannya..
dalam setiap sekolah ada kebaikan dan ada pula keburukan, be wise about that.. dan jangan sampai salah berita.. salah berita yg membuat kebaikan malah menjauh dari anak anda.. atau malah keburukan mendekatinya..
dampingi dan beri pengertian mereka ketika mereka mendapati masalah dari sekolah yg sudah terpilih..dengan berbicara layaknya teman bukan orangtua..
amati dgn baik dan arahkan dengan bijaksana selalu anak anda..
sekali lagi, anak adalah tanggung jawab anda bukan sekolah, yg nanti pertanggungan jawab tsb akan ditanyakan di akhirat..
yuk mari berdoa supaya kita menjadi orang tua "terbaik" bagi anak kita dgn "terbaik" versi Allah :D
dan seorang atma yg menulis tulisan ini terlindungi dari ketidakbisaan melakukan (ketika terjadi kondisi) apa yg sudah dituliskannya...
aminnnn
previous post:
-
banyak makan digiatkan
-
berbahagia
-
evaluasi di akhir juni
-
kembali
-
menikmati hidup ini
-
Murad
-
a little Drop
-
hari kemaren
-
apa kata mereka
-
sprinter